Info Metafisika, Ebook Metafisika, Hipnosis, Hipnoterapi, Java Silat, Kayu Magis Kayu Bertuah. Link: Alat Sulap. Masruri - Pati

Kayu Magic

 

Dalam sebuah kidungnya, Sunan Kalijaga menyebut “kayu bertuah” dengan istilah kayu aeng. Sakčhing wisa tawa/Sato galak tutut/Kayu ačng lemah sangar . . . . Yang artinya : Segenap racun menjadi tawar/Binatang buas menjadi jinak/Pohon ajaib, tanah angker …. dst.. Artinya, keberadaan energi (positif/negatif) pada kayu-kayu tertentu juga diyakini berdasarkan pandangan mata batin orang-orang yang memiliki indera keenam

Hasil penelitian (Juli, 2009) terhadap kayu bertuah yang dilakukan dua kelompok peneliti terdiri dari praktisi Reiki dan Yoga di Jakarta dan kelompok lain melalui Foto Aura, menunjukkan hasil yang sama. Yaitu adanya aura, energi dan karakter pada kayu-kayu tersebut.

Hasil penelitian tahun 1987-1989 di Fakultas MIPA UGM (Universitas Gajah Mada) oleh drh. Oentoro dkk, dengan Chronometer menunjukkan energi yang terdapat pada “Kayu Bertuah”, besarnya dua kali lipat dibanding energi Tosan Aji atau Pusaka. Jika energi pusaka pada level 50, energi kayu “bertuah” mencapai level 100.

Aura Setigi
Aura Dewadaru
Aura Setigi
Aura Dewadaru

 

AURA SETIGI : Setigi adalah kayu paling populer diantara kayu bertuah (Magis). Sebagian orang menyebut sebagai “Raja Kayu Bertuah”. Kayu ini memiliki karakter “keras, kuat dan dinamis”. Kualitas Setigi terbaik di Indonesia berasal dari kepulauan Bengkoang dan Kembar.

Sebagian dari keunikan Setigi, jika ditempelkan pada bekas gigitan hewan berbisa (ular, kalajengkling, kelabang), dll dapat menempel dan menyedot bisanya keluar. Dan Setigi terlepas ketika bisanya sudah tersedot habis. Setigi ditangan orang yang berprilaku baik, dapat menjadi “generator” bagi kekuatan spiritualnya. Kayu Setigi yang asli warnanya hitam kemerah-merahan dan tenggelam jika dimasukkan pada air (walau hanya secuil). Hasil penelitian dengan foto aura, Setigi yang dipakai (kalung) selama 10 menit memunculkan aura orange dan merah menunjukkan kayu ini dominant unsur POWER (Vitalitas, Will Power/Ego). Energi dominant di kepala (otak).

AURA DEWADHARU : Kayu Dewa Dharu dikenal sebagai pasangan dari Kayu Setigi. Jika keduanya disatukan, menjadikan pancaran energi magisnya lebih maksimal. Hasil penelitian dengan foto aura, Dewa Dharu yang dipakai (kalung) selama 10 menit memunculkan aura hijau dan biru menunjukkan kayu ini lebih kuat unsur PEACE ( Ketentraman & kedamaian). Energi dominant di hati/qalbu.

Aura Kalimasadha
Aura Nagasari
Aura Kalimasadha
Aura Nagasari

 

AURA KALIMASADA : Pasangan lain dari kayu Setigi adalah kayu Kalimasada. Kayu ini bobotnya lebih ringan, warnanya lebih hitam dibanding kayu Setigi. Ketiga kayu (Setigi, Dewa Dharu dan Kalimasada) jika disatukan, menjadi energi yang sangat kuat saling melengkapi. Setigi berkarakter “api” yang dinamis, sedangkan Dewa Dharu lebih kuat unsur sejuk dan meredam gejolak.

Hasil penelitian dengan foto aura, Kalimasada yang dipakai (kalung) selama 10 menit memunculkan aura biru dan ungu seperti aura orang yang sedang berdzikir, meditasi atau mantra chanting. Menunjukkan kayu ini mampu memperkuat energi SPIRITUALITAS seseorang.

AURA NAGASARI : Kayu ini bisa dikategorikan sebagai Raja Kayu Magis sebanding dengan Setigi, Dewa Dharu dan Kalimasada. Kayu ini memiliki energi sangat kuat, seperti kayu Tesek dan Setigi. Dalam penelitian dengan chronometer, Nagasari termasuk kayu level tinggi yang sulit ditandingi jenis kayu bertuah yang lain.

Penelitian dengan foto aura menunjukkan kayu Nagasari atau Tlagasari memancarkan aura “merah cerah” menunjukkan adanya karakter kayu yang untuk karisma, spirit, ego, vitalitas (power) seks dan love. Karena itu, Nagasari disebut sebagai kayu pelet.

Menurut para pelaku spiritual, Nagasari diyakini sebagai kayu yang mudah menyerap energi ketika pengguna kayu tersebut sedang membaca mantra, aurad atau doa-doa tertentu.

Ketika masih hidup, kayu “bertuah” mengandung zat netrogenium sangat tinggi dan memiliki kekuatan pemancar. Misalnya, Anda ingin selamat dari kejahatan, maka kayu tersebut menjadi pemancar dari niat Anda.

Kayu memancarkan energi (nur/cahaya). Cahaya memiliki frekuensi sangat tinggi dan gelombang molekul ion yang jika dipicu dengan doa, frekuensinya menjadi lebih kuat dan menimbulkan aura. Cahaya rumusnya 328 tahun suara atau R sehingga logika manusia tidak dapat menjangkau.

Karena itu, walau secara alami kayu “bertuah” sudah memiliki energi, seseorang yang menggunakannya sebagai sarana penyembuhan, jaga diri, membangkitkan energi batin, disarankan tetap memperkuat keyakinannya. Bertemunya unsur alami dari karakter kayu tersebut dengan keyakinan pribadi menimbulkan proses allo – auto sugesti yang dapat mendatangkan keajaiban.